Hidup Tak Mengenal Siaran Tunda

12 Jul 2011

Setiap potongan waktu adalah momentum. Setiap pengenal masa adalah kesempatan. Masing-masing punya fungsi dan karakternya. Hari Selasa ini bukanlah hari Selasa yang kemarin, meski namanya sama. Potongan-potongan waktu itu tak semata cukup dipahami sebagai kumpulan menit atau jam, saat kita meneyelesaikan kerja, menyempatkan tidur, istirahat, berolahraga, ibadah, atau kegiatan lainnya.


Sepotong waktu adalah momentum. Semacam pelontar, yang bisa melemparkan diri ke puncak sukses, atau sebaliknya menjungkalkan kita ke jurang kegagalan. Maka momentum hidup tak saja orang merayakan ulang tahunnya, atau saat datang hari raya, atau saat usianya telah injak dewasa. Itu semua bisa jadi momentum.

Hidup memang tidak mengenal siaran tunda. Yang terjadi pasti terjadi. Bila semua ikhtiar sudah kita lakukan. Maka kita sebagai manusia hanya bisa pasrah dalam do'a. Siaran tunda memang tidak selalu berlaku di dunia. Tapi kita masih punya banyak hak siaran selama hayat masih di kandung badan. Sebelum jasad berkalang tanah, tidak ada kata berhenti siaran. Tidak ada siaran tunda memang, tapi pepatah mengatakan bahwa kegagalan adalah kemenangan yang tertunda. Kalimat ini hanya berlaku bagi orang yang mampu mengambil ibroh. Tanpa itu, kemenangan akan selalu tertunda.

"Kesempatan adalah hal yang paling mudah kamu sia-siakan".
(Yahya bin Muhammad bin Hubairah)

0 comments: