Saudaraku tercinta, orang sering membanggakan nasabnya karena selain merasa lekat dengan kehormatan dan kejayaan yang pernah diraih oleh nenek moyang mereka. Mereka ingin menamkan rasa bangga dan wibawa pada diri anak-anak mereka. Tidak ada maksud lain selain kedua hal itu. Maka apakah Anda tidak melihat bahwa dengan menisbahkan nasab kepada Allah, berarti Anda telah memperoleh semua makna kehormatan dan wibawa yang diimpikan oleh setiap orang?
Sesunggunya kekuatan itu semua hanya bagi Allah. (An Nisa' :139)
Bukankah itu yang akan mengangkat jiwa Anda menuju ketinggian, meniupkan semangat kebangkitan bersama semua orang yang senantiasa berbuat? Adakah kemuliaan yang lebih hebat melebihi kenyataan ketika Anda melihat diri Anda menjadi Rabbani, di mana hubungan Anda dengan Allah terus terpaut dan selalu kepada-Nya Anda menisbahkan nasab? Maka untuk hal tertentu, Allah Swt berfirman :
Akan tetapi (dia berkata)," Hendaklah kamu menjadi orang-orang rabbani, karena kamu selalu mengajarkan Alkitab dan disebabkan kamu tetap mempelajarinya." (Ali Imran : 79)
Setiap potongan waktu adalah momentum. Setiap pengenal masa adalah kesempatan. Masing-masing punya fungsi dan karakternya. Hari Selasa ini bukanlah hari Selasa yang kemarin, meski namanya sama. Potongan-potongan waktu itu tak semata cukup dipahami sebagai kumpulan menit atau jam, saat kita meneyelesaikan kerja, menyempatkan tidur, istirahat, berolahraga, ibadah, atau kegiatan lainnya.
Sepotong waktu adalah momentum. Semacam pelontar, yang bisa melemparkan diri ke puncak sukses, atau sebaliknya menjungkalkan kita ke jurang kegagalan. Maka momentum hidup tak saja orang merayakan ulang tahunnya, atau saat datang hari raya, atau saat usianya telah injak dewasa. Itu semua bisa jadi momentum.
Hidup memang tidak mengenal siaran tunda. Yang terjadi pasti terjadi. Bila semua ikhtiar sudah kita lakukan. Maka kita sebagai manusia hanya bisa pasrah dalam do'a. Siaran tunda memang tidak selalu berlaku di dunia. Tapi kita masih punya banyak hak siaran selama hayat masih di kandung badan. Sebelum jasad berkalang tanah, tidak ada kata berhenti siaran. Tidak ada siaran tunda memang, tapi pepatah mengatakan bahwa kegagalan adalah kemenangan yang tertunda. Kalimat ini hanya berlaku bagi orang yang mampu mengambil ibroh. Tanpa itu, kemenangan akan selalu tertunda.
"Kesempatan adalah hal yang paling mudah kamu sia-siakan". (Yahya bin Muhammad bin Hubairah)
Menikah di kala kuliah enak gak ya? Setelah capek, berkutat dengan buku-buku, ‘killer’-nya dosen, tugas-tugas yang gak bosan menanti, tampang kita yang kucel banget, tapi saat di rumah bisa segar lagi lho. Kebayang, ada istri yang menanti, anak yang ribut cerita-cerita, lalu makan bareng, wah…uenak tenan!!!
Tapi ada juga yang sebaliknya, nah lho! Udah capek di kampus, pulang-pulang ke rumah, rumah laksana kapal pecah, anak-anak pada berantem, nangis, wah…kaya’ ginian sepet nih. Belum lagi saat tibanya masa ujian semester, wuaah, hiks…hiks…jadi ingin nangis. Perasaan, kok nikah malah jadi sengsara ya.
Jadi idealnya gimana dong? Nyelesaikan kuliah dulu, baru menikah, atau sambil kuliah juga menikah. Ada lho yang berhasil, dalam artian ‘berani menikah’ dan prestasi tetap dapat diraih. Tapi ya…itu, ada pula yang sebaliknya. Gedubrak! Jadi bingung deh! Masalahnya cinta tak kenal waktu lho, ia hadir begitu saja, gak peduli dengan status kita sebagai mahasiswa.
Ada pula contoh kasus lain, aktifis dakwah kampus, karena ‘dipanas-panasin’ ama sesama aktifis, berani menikah, prestasi kuliah pun bagus, namun futur di jalan dakwah. Lainnya, belum berani menikah dengan alasan menikah akan mengganggu kuliah dan aktifitas dakwah. Hmm…bingung ya. Duh…cinta…cinta, kok gak tau sih kalau saya masih kuliah! Nikoniko (smiles)
Masalah-masalah diatas bukan hanya terjadi pada antum saja lho, banyak banget kasus seperti ini. Karena itu dalam Islam kita kenal istilah Fiqih Muwazanah, atau fiqih untuk membuat pertimbangan-pertimbangan praktis. Atau kerennya sih, kaedah fiqih ini bisa untuk membuat pertimbangan-pertimbangan praktis. Misalnya nih, mana dulu yang penting sih antara menikah saat masih kuliah atau setelah selesai kuliah baru menikah. Atau lagi, berdakwah melalui cara menikah atau lebih mudah berdakwah dengan tidak menikah terlebih dahulu.
Buat ‘kalangan atas’, kaidah fiqih ini sering digunakan juga di kalangan aktifis dakwah yang hendak menikah lagi (ta’addud atau poligami). Pertimbangan mereka sih memang udah beda, mereka mikirnya dengan alasan dakwah perlu menambah seseorang atau lebih gak ya, di samping seorang istri yang udah jadi pendampingnya. Nyambung gak? Kalau gak nyambung di-EGP-in aja, karena ini ‘pembicaraan kalangan atas’, lha 1 aja belum ada, udah bicara ta’addud. he…he…
Wah…akhwat bisa sensitif nih! Kalem…kalem…Tausyiah ini baru membahas tentang menikah sambil kuliah kok, belum ta’addud-ta’addud-an. Ntar kalau masing-masing udah punya 1, baru deh. Glek!
Terkait dengan masalah di atas, kita lihat yuk, bagaimana Sayyid Sabiq dalam Fiqih Sunnah (juz 2 hal. 12-15, Darul Fikri, tahun 1412 H/1992 M) menjelaskan tentang menikah ini.
Dari buku tersebut, kita bisa membuat khulashah (rangkuman) dari pandangan ulama diatas, yaitu:
1. MENIKAH HUKUMNYA WAJIB Artinya, jika dilakukan menjadikan Allah Subhanahu wa Ta’ala ridho, dan pelakunya mendapatkan pahala, dan jika tidak dilakukan menjadikan Allah Subhanahu wa Ta’ala murka dan yang meninggalkannya mendapatkan dosa. Nah, kapan menikah menjadi perbuatan wajib?
Yaitu, apabila memenuhi hal-hal berikut ini:
- Dirinya telah memiliki kemampuan, baik materiil maupun biologis.
- Nafsu dan jiwanya telah menggelora.
- Terancam atau khawatir terjerumus dalam perzinahan.
2. MENIKAH HUKUMNYA SUNNAT
Bisa sunnat juga lho, artinya jika dilakukan mendapatkan pahala dan jika ditinggalkan tidak mendapatkan dosa.
Menikah menjadi perbuatan sunnat, jika kondisinya adalah sebagai berikut:
- Dirinya telah memiliki kemampuan, baik materiil maupun biologis.
- Nafsu dan jiwanya telah menggelora.
- Tidak ada kekhawatiran dalam dirinya (atau merasa aman) dari perzinahan.
3. MENIKAH HUKUMNYA HARAM Wuah…menikah kok hukumnya haram ya? Iya, yaitu jika kondisinya adalah:
- Tidak memiliki kemampuan, baik materiil maupun biologis.
- Nafsu dan jiwanya sudah menggelora.
Kalau emang kondisinya kaya’ gini, maka yang mestinya dilakukan adalah hendaklah dia memperbanyak berpuasa dan menyiapkan diri untuk memiliki dua kemampuan di atas, serta menjaga kesucian dirinya.
4. MENIKAH HUKUMNYA MAKRUH Menikah juga ada yang makruh ya? Yup! Yaitu apabila kondisinya adalah:
- Tidak memiliki kemampuan, baik materiil maupun biologis.
- Nafsu dan jiwanya sudah menggelora.
- Pihak wanitanya menerima kondisi ini.
5. MENIKAH HUKUMNYA MUBAH ATAU JAIZ ATAU BOLEH Maksudnya, jika kondisi seseorang biasa-biasa saja, tidak ada kondisi yang mewajibkan atau mensunnatkan, dan tidak ada pula kondisi yang mengharamkan atau memakruhkan.
Nah…sekarang udah tahu-kan, bahwa dalam fiqih Islam, hukum pernikahan ada yang wajib, sunnah, makruh, haram, dan mubah. Ini sesuai dengan keadaan yang bersangkutan lho, artinya tiap orang bisa beda-beda kan.
Sekarang coba merenung deh, atau berdiri depan cermin, kira-kira yang di cermin itu pada posisi mana ya. Hmm…mikir-mikir!
Kalau udah mikir, lalu kesimpulannya bahwa posisi sekarang adalah posisi kedua, maka menurut Ustadz Musyaffa A. Rahim, Lc ada 1 lagi pertimbangan yang harus dilakukan. Wuah…ribet banget sih mau nikah aja! Gak kok, menurut beliau pertimbangan apabila antum pada posisi kedua, yaitu apakah dengan menikah nanti, kuliah akan terganggu atau terhenti?
Kalau menikah akan mengganggu kuliah, dalam artian gangguan serius seperti cuti, apalagi sampai terhenti, maka menikah saat sekarang ini tidaklah masuk kategori sunnat (kedua), namun sebaliknya, yaitu makruh (keempat). Karena menurut beliau lagi, menuntut ilmu hukumnya wajib, sementara menikah pada kondisi seperti diatas ‘hanyalah’ sunnat.
Gimana kalau dalam perhitungan, menikah gak akan menjadi gangguan serius terhadap perkuliahan, bahkan akan menjadi faktor kesuksesan, maka menikah pada kondisi ini paling tidak hukumnya adalah sunnat, bahkan bisa menjadi wajib lho, wallahu a’lam.
Termasuk dalam hal ini, jika udah mikir-mikir sebenarnya sih ada pada posisi makruh (keempat), namun ada akhwat yang mengajak menikah, ehm…ehm…bahkan akhwat itu ngasih jaminan untuk tidak mengganggu perkuliahan, malah mau bantu-bantu, iih…ureshii (senang banget), maka kondisi makruh bisa jadi sunnat. Sebab faktor yang memakruhkannya telah hilang dengan adanya jaminan itu.
Namun lagi-lagi Ustadz Musyaffa menyarankan kepada para ikhwan untuk berpegang pada sifat rujulah (kejantanan), jadi bukan mengandalkan atau menyandarkan diri pada jaminan pihak akhwat. Bukan gak percaya pada jaminan akhwat lho, namun demi menjaga sifat rujulah tersebut. Iya dong, ikhwan itu kan calon ‘qowwam’-nya akhwat dan jundi-jundinya di keluarga! Jadi tunjukkan tuh sifat rujulah!
Kalau udah pada posisi sunnat, maka segera diskusikan dengan orang tua, agar ada tafahum dalam hal ini, jadi kamu puas orangtua pun qana’ah dengan keputusan menikah.
Jadi buruan merenung, mikir…mikir…kalau udah pada posisi emang harus menikah, jangan ‘mbulet’ lho, pake’ alasan sana-sini. Karena kalau sebenarnya udah dalam posisi sehat dan mampu, dan belum menikah maka kata Rasulullah SAW, “Ia adalah termasuk teman setan, atau mungkin termasuk golongan pendeta Nasrani, karena sunnah kami adalah menikah. Orang yang paling buruk diantara kamu adalah mereka yang membujang. Orang mati yang paling hina di antara kamu adalah orang yang membujang.” [HR Ibnu Atsir dan Ibnu Majah]
Bukankah dengan menikah, mereka akan disejajarkan Rasulullah SAW dengan mujahid fii sabilillah yang dijanjikan akan mendapat pertolongannya! Karena ada tiga golongan yang menjadi keharusan Allah untuk membantu mereka; orang yang menikah untuk memelihara kesucian diri, budak yang hendak membayar kemerdekaan dirinya, dan orang-orang yang berperang di jalan Allah. [HR Ahmad, Turmudzi, an-Nasa'i dan Ibnu Majah]
Tuh…subhanallah ya, nunggu apa lagi! Kalau udah siap lahir bathin, ikrarkan cinta dengan menikah!
Selamat berjuang akhi, jangan takut mengambil keputusan kalau udah siap (walaupun antum masih kuliah), karena akhwat lebih memilih para ikhwan yang berani mengajaknya menikah untuk bersama mengharapkan keridhoan Allah Subhanahu wa Ta’ala, daripada yang suka ‘mbulet-mbuletan!’
Wahai adam, Hawa itu tercipta indah dari rusukmu Terlindung 1001 hikmah dibalik keindahan itu Janganlah engkau sengaja patah-patahkan ia Sebaliknya luruskannya dengan penuh hikmah & sayang
Wanita akal senipis rambutnya Jangankan lelaki biasa, Nabi pun terasa sunyi tanpa wanita Tanpa mereka, fikiran dan perasaan lelaki akan resah Masih mencari walau ada segalanya Apa yang tiada dalam syurga? Namun adam tetap rindukan hawa
Dijadikan wanita daripada tulang rusuk yang bengkok Untuk diluruskan oleh lelaki. Tetapi seandainya lelaki itu sendiri tidak lurus, Mana mungkin kayu yang bengkok, menghasilkan bayang yang lurus
Luruskanlah wanita dengan jalan yang ditunjuk oleh Allah Karana mereka diciptakan sebegitu rupa oleh Allah Didiklah mereka dengan panduan darinya Jangan coba menjinakkan mereka dengan harta kerana nantinya mereka semakin liar Janganlah hiburkan mereka dengan kecantikan kerana nantinya mereka akan semakin derita Kenalkan mereka kepada Allah, zat yang kekal Di situlah puncak kekuatan dunia
Akal senipis rambutnya, tebalkanlah ia dengan ilmu Hati serapuh kaca, kuatkanlah ia dengan iman... Perasaan selembut sutera, hiasilah ia dengan akhlak Ingatlah perananmu wahai lelaki bergelar pemimpin
Suburkanlah ia karana dari situlah nantinya Mereka akan lihat nilaian dan keadilan Rabbi Bisikkan ke telinga mereka bahwa kelembutan bukan suatu kelemahan Ia bukan diskriminasi Allah... sebaliknya di situlah kasih dan sayang Allah
Wanita yang lupa hakikat kejadiannya Pasti tidak akan terhibur, dan tidak akan menghiburkan Tanpa iman, ilmu dan akhlak..mereka tidak akan lurus Bahkan akan semakin membengkok Itulah hakikatnya andai wanita tidak kenal Rabbinya Bila wanita menjadi derhaka pasti dunia lelaki akan menjadi huru hara... Lelaki pula janganlah mengharapkan ketaatan semata-mata
Tapi binalah kepimpinan Pastikan sebelum wanita menuju Ilahi, pimpinlah diri kepadanya Jinakkan diri kepada Allah Niscaya akan jinaklah segala-galanya di bawah pimpinanmu Janganlah mengharapkan isteri semulia Fatimah Az-Zahra' Seandainya dirimu tidak sehebat Saidina Ali karamallahuwajhah Bukankah kamu lelaki punya peranan besar terhadap hawa!
Lindungilah hawa itu. Jadilah pemimpin imamnya yang terbaik. Lindungilah hawa itu Lunakkan telingamu dan ajarinya dengan nafas alunan suci Al-Quran....
Alangkah bertuahnya berada di bawah Nur Islam, di mana segala kesusahan, kesakitan, kesedihan, kerinduan, kegelisahan yang dihadapi
dapat diharungi bersama dengan sabar dan ridha mengkafarahkan dosa-dosa kecil..
Wahai lelaki...wahai adam, Lindungilah hawa selagi kamu mampu, bukan menyakitinya Bimbingilah hawa di jalan NurNya, bukan menyesatkannya Wangikanlah mulutmu dengan nasihat hikmah, bukan meracuninya Jadilah pemimpin imam yang terbaik buatnya, saling membantu Hilangkanlah egomu kerna itu api yg membenamkan nur kebahgiaan Ingatlah wahai lelaki..
Wahai lelaki yang punya peranan besar, Jika benar kau mencintainya maka cintailah dia sepenuh hatimu.. jika benar kau kasih dan cintakan wanita itu, jagalah dia dengan baik, kasihanilah dia, lindungilah dia, berilah kasih sayang padanya, nasihatilah dia, bawalah dia ke jalan Allah, perbetulkan kesilapannya, bersabar dengannya, terimalah kekurangannya, jadi imamnya dan redhalah padanya.. Moga dia menunggumu di SYURGA SEBGAGAI BIDADARIMU . . .
Apa yang istimewa dari sebuah perayaan ulang tahun?
Kue ulang tahun dengan lilin berderet?
Pesta mewah dengan 1000 undangan?
Badut berhidung merah yang memeriahkan suasana?
Tumpukan kado yang nyaris menggunung di sudut ruangan?
Atau serbuan tepung dan telur busuk yang dilemparkan beramai - ramai sampai badan basah dan bau?
Terkadang, tak butuh pesta megah di gedung mewah untuk membuat ulang tahun menjadi istimewa.
Tak perlu kue tart 5 tingkat dengan lilin untuk ditiup.
Tak perlu setumpuk kado berisi barang - barang mahal yang kita idam - idamkan.
Karena terkadang, kehadiran keluarga dalam perayaan sederhana lengkap dengan tumpeng dan ubo rampe-nya merupakan momen terindah. Menikmati canda tawa dan luapan cerita yang terlontar. Bersama-sama melafalkan doa, penuh harapan dan permohonan untuk yang berulangtahun agar senantiasa bertumbuh dan mendewasa, menjadi sosok yang lebih baik dari sebelumnya, disertai dengan ucapan syukur atas tahun-tahun yang telah terlewati.
That simple.
Sederhana, namun bermakna.
Dan semoga teman baik saya yang hari ini berulang tahun diberi kesempatan untuk menikmati momen istimewa tersebut dengan orang terdekat yang paling dikasihinya, keluarganya,in a place called home.
Saya disini hanya bisa meniupkan doa, agar dia senantiasa bertumbuh, mampu memaknai hidup dan mengisinya sampai penuh, dan menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya.
Kulitnya hitam. Wajahnya jelek. Usianya tua. Waktu pertama kali masuk ke rumah wanita itu, hampir saja ia percaya kalau ia berada di rumah hantu.
Lelaki kaya dan tampan itu sejenak ragu kembali. Sanggupkah ia menjalani keputusannya? Tapi ia segera kembali pada tekadnya. Ia sudah memutuskan untuk menikahi dan mencintai perempuan itu. Apapun resikonya.
Suatu saat perempuan itu berkata padanya, "Ini emas-emasku yang sudah lama kutabung, pakailah ini untuk mencari wanita idamanmu, aku hanya membutuhkan status bahwa aku pernah menikah dan menjadi seorang istri." Tapi lelaki itu malah menjawab, "Aku sudah memutuskan untuk mencintaimu. Aku takkan menikah lagi."
Semua orang terheran-heran. Keluarga itu tetap utuh sepanjang hidup mereka. Bahkan mereka dikaruniai anak-anak dengan kecantikan dan ketampanan yang luar biasa.
Bertahun-tahun kemudian orang-orang menanyakan rahasia ini padanya. Lelaki itu menjawab enteng, "Aku memutuskan untuk mencintainya. Aku berusaha melakukan yang terbaik. Tapi perempuan itu melakukan semua kebaikan yang bisa ia lakukan untukku. Sampai aku bahkan tak pernah merasakan kulit hitam dan wajah jeleknya dalam kesadaranku. Yang kurasakan adalah kenyamanan jiwa yang melupakan aku pada fisik."
Begitulah cinta ketika ia terurai jadi perbuatan.Ukuran integritas cinta adalah ketika ia bersemi dalam hati...terkembang dalam kata... terurai dalam perbuatan...Kalau hanya berhenti dalam hati, itu cinta yang lemah dan tidak berdaya. Kalau hanya berhenti dalam kata, itu cinta yang disertai dengan kepalsuan dan tidak nyata... Kalau cinta sudah terurai jadi perbuatan, cinta itu sempurna seperti pohon; akarnya terhunjam dalam hati, batangnya tegak dalam kata, buahnya menjumbai dalam perbuatan. Persis seperti iman, terpatri dalam hati, terucap dalam lisan, dan dibuktikan oleh amal.
Semakin dalam kita merenungi makna cinta, semakin kita temukan fakta besar ini, bahwa cinta hanya kuat ketika ia datang dari pribadi yang kuat, bahwa integritas cinta hanya mungkin lahir dari pribadi yang juga punya integritas. Karena cinta adalah keinginan baik kepada orang yang kita cintai yang harus menampak setiap saat sepanjang kebersamaan.
Rahasia dari sebuah hubungan yang sukses bertahan dalam waktu lama adalah pembuktian cinta terus menerus. Yang dilakukan para pecinta sejati di sini adalah memberi tanpa henti. Hubungan bertahan lama bukan karena perasaan cinta yang bersemi di dalam hati, tapi karena kebaikan tiada henti yang dilahirkan oleh perasaan cinta itu.
Seperti lelaki itu, yang terus membahagiakan istrinya, begitu ia memutuskan untuk mencintainya. Dan istrinya, yang terus menerus melahirkan kebajikan dari cinta tanpa henti. Cinta yang tidak terurai jadi perbuatan adalah jawaban atas angka-angka perceraian yang semakin menganga lebar dalam masyarakat kita.
"Jika kita memiliki kesempatan utk menjadi seseorang yg LUAR BIASA, Kenapa kita memilih utk menjadi biasa-biasa saja? Bukankah hidup ini hanya sekali saja? Pastikan diri kita BERGUNA untuk orang banyak."
Sebenarnya qu bukanorang yang punya banyak pengalaman tentang cinta-cintaan…Tapi qu mw berbagi sedikit kisah cinta qu pada kalian bloggerian….
Tepat hari ni, detik ni qu benar-benar mengerti arti cinta yang tulus..”Seseorang “ telahberkata kepadaku cinta tu bukan karena kamu ada disampingku tapi aku cinta walaupun kamu bukan lagi buat qu….
Kisah qu yang harus berakhir bukan kerena kemauan qu tapi karena ego masing-masing..Siapa pun kita…bagaimanapun kita…qlo kita sudah menyayangi sesorang tu tetap saja akan merasakan yang nama na sakit hati……sakit hati….Sampe sekarang rasa itu pun kembali menguras tenaga n fikiran qu….betapa tidak karena hal yang sama pun qu rasakan saat ni….
Akhir na qu cuma mengerti satu hal “Cinta Adalah Ketika Kita Merelakan Cinta Itu “
Ketidaksanggupan qu membuat qu tetap rela n ikhlas melepas na…
Karena Cuma satu kalimat yang qu rasakan….”Karena qu sayang kamu “….
Cinta ibarat memilih bunga mawar, yang selalu ada bersama duri..Jika engkau menikmati harumnya, mengapa engkau menolak durinya….??????
Ingatlah bahwa kamu akan menemukan cinta dan kehilangannya..Tapi ketika cinta itu mati…Kamu TIDAK perlu mati bersamanya..Orang terkuat BUKAN berarti orang yang selalu menang…melainkan MEREKA yang tetap tegar ketika mereka jatuh.
Semoga kita bisa memahami artiperjalanan Cinta yang selalu hampa dan nyata. Hingga air mata jatuh dan tersapu bayangan semu…,karena kiasan cinta sesaat….
Diarsipkan di bawah: Film — zheenaka @ 1:18 pm Tags: Film, sinopsis
My name is Khan bercerita tentang sosok Rizwan Khan, seorang muslim India yang sejak lahir menderita Sindrom Asperger (Asperger syndrome), sebuah gejala autisme dimana para penderitanya memiliki kesulitan dalam berkomunikasi dengan lingkungan sekitar.
Uniknya penderita sindrom ini memiliki IQ yang relatif tinggi sehingga dianggap cerdas walau terkadang minim emosi layaknya manusia normal. Bersama sang ibu yang janda (Zarina Wahab), Rizwan tinggal bersama adiknya Zakir Khan (Jimmy Shergill) di wilayah kumuh Borivali-Mumbai.
Pada usia 18 tahun, sang adik mendapatkan beasiswa untuk belajar di Amerika Serikat. Tidak berapa lama kemudian sang ibu meninggal dunia karena sesak nafas, sebelum menghembuskan nafas terakhirnya, sebuah pesan diberikan untuk Rizwan, sang ibu berpesan padanya untuk terus mengejar kebahagiaannya sendiri. Zakir lalu memboyong Rizwan untuk tinggal bersamanya di San Fransisco dan memberikan pekerjaan sebagai sales obat kecantikan di perusahaannya. Istri Zakir, Haseena (Sonya Jehan) seorang dosen psikologi adalah orang pertama yang merasakan tingkah Rizwan yang aneh.
Dari situ akhirnya dideteksi kalau Rizwan menderita Sindrom Asperger. Lewat sejumlah terapi, Rizwan akhirnya bisa hidup mandiri di San Fransisco yang keras sebelum akhirnya jatuh cinta dengan Mandira (Kajol), janda beranak satu yang membuka salon kecantikan di San Fransisco.
Bagi Rizwan, sosok Mandira adalah salah satu bentuk kebahagiaan yang selama ini dicarinya seperti pesan sang ibu sebelum meninggal. Walaupun sempat ditentang oleh sang adik karena perbedaan agama antara Rizwan yang muslim dengan Mandira yang Hindu, namun pernikahan mereka berjalan harmonis.
Kehidupan keluarga yang harmonis antara Rizwan, Mandira dan sang anak semata wayang mereka, Sameer (Yuvaan Makaar) berubah total saat sejumlah teroris yang mengatasnamakan agama dan suku menyerang menara kembar World Trade Center di New York pada September 2001.
Sebuah peristiwa memilukan kemudian terjadi dalam keluarga kecil Rizwan dimana mereka harus kehilangan Sameer yang dibunuh secara sadis oleh teman sekolahnya karena isu rasial. Yaitu dipukuli sampai ia pingsan dan mendapat perawatan yang telat.
Mandira yang terpukul lalu mengusir Rizwan. Mandira mengultimatum Rizwan untuk tidak boleh kembali sebelum dia memberitahu Presiden Amerika Serikat bahwa dirinya bernama Khan dan bukan teroris.
Rizwan yang putus asa karena harus berpisah dengan orang yang dicintainya lalu memulai petualangannya melintasi berbagai negara bagian Amerika Serikat demi bertemu dengan calon Presiden Barrack Obama yang sedang berkampanye keliling Amerika.
Tekadnya hanya satu, memberitahu Presiden Amerika Serikat terpilih bahwa namanya adalah Khan dan dia bukan teroris
Henna berasal dari daun tanaman pacar.Diperoleh dengan menghancurkan daun menjadi bubuk. Pacar daun segar memiliki aroma yang sangat sederhana.Ketika paste dibuat dengan campuran yang tepat dari bubuk henna, lemon dan minyak kayu putih, Anda mendapatkan pacar aroma khas.Pasta ini kemudian diterapkan ke tangan, kaki dan bagian tubuh lainnya dengan menggunakan berbagai tools. Henna disimpan di banyak kesempatan perayaan seperti pernikahan dan kamar mandi bayi.Hal ini juga dianggap sebagai tanda keberuntungan dan propsperity untuk future.Henna adalah cara semua sehat alami untuk mengeksplorasi seni tubuh.
Tiga alasan mengapa banyak lebih memilih pacar seni tato tubuh :
Pacar adalah alam.
Memiliki pacar yang digunakan adalah menyakitkan.
Hal ini sementara.
Henna berlangsung selama rata-rata dua minggu, tergantung pada jenis kulit seseorang dan kedalaman dari noda.Namun, sebagaimana kulit mengelupas dari waktu ke waktu, desain pacar memudar.Jadi, jika kamu tidak suka - atau merasa seperti perubahan sesekali, semua Anda harus adalah menunggu untuk itu menghilang! Ada banyak gaya dalam desain: tradisional India, Arab, Maroko dan sebagainya.Berasal dari India, saya paling akrab dengan desain India - terutama terkenal desain Bridal.Bagi anda yang belum pernah bereksperimen dengan pacar sebelumnya, saya sangat akan mendorong Anda untuk mencobanya (cek untuk alergi pertama though!). Seni penerapan pacar mungkin tidak mudah pada awalnya, tetapi semakin banyak Anda melakukan lebih mudah dan lebih menyenangkan karena mendapat. Segera, Anda akan menemukan sebuah outlet kreatif baru!
"Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang, kecuali dengan izin Allah. Dan barangsiapa yang beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu" ( Qs. At-Taghabun :11 )
Sebagian besar manusia hampir tidak pernah bisa memahami apa arti hidup ini. Ya iyalah, jangankan arti hidup tujuan manusia itu pun terkadang tidak tahu dan harus bagaimana bersikap dalam hidup yang serba singkat ini. Qlo kita fikir ciri khas yang paling standar ialah hidupnya selalu tenggelam dalam ketidaktentraman bathin, merasa cemas, was-was, serba takut, rendah diri, merasa gagal, dan hati yang selalu terasa kacau balau.
Persis seperti orang yang masuk ke dalam hutan belantara. Walaupun ia berbekal ransel penuh dengan makanan, minuman, pakaian tahan nyamuk dan tahan dingin, dompet penuh dengan uang, serta senjata yang lengkap, tetapi qlo sama sekali tidak tahu seluk beluk hutan, tidak tahu cara menembusnya, serta tidak tahu cara menundukkan binatang buas yang berkeliaran didalamnya, niscaya dirinya akan dicekam berbagai perasaan tadi.Akhirnya, tidak bermanfaatlah segala bekal yang dimilikinya. Uang menjadi tidak berguna karena tidak tahu harus dibelikan apa dan dimana. Dirinya serta merta berubah menjadi kikir terhadap makanan dan minuman yang dimilikinya manakala teman seperjalanannya meminta. Karena, ia tidak tahu stok makanan dan air yang sebenarnya melimpah ruah didalam hutan.
Dalam sebuah hadist dinyatakan, pada suatu ketika datanglah seseorang kepadaIbnu Mas'ud ra. sahabat Rosulullah SAW, untuk meminta nasehat. Ujarnya, " Wahai Ibnu Mas'ud, berilah nasehat yang dapat kujadikan obat bagi jiwaku yang sedang dilanda kecemasan dan kegelisahan. Dalam beberapa hari ini aku merasa tidak tentram. Jiwaku selalu gelisah dan pikiran pun serasa kusut masai. Makan tak enak, tidurpun tak nyenyak."
Mendengar itu, Ibnu Mas'ud pun kemudian menasehatinya. Ucapny," Kalau penyakit seperti itu menimpamu, maka bawalah hatimu mengunjungi tiga tempat, yaitu ke tempat orang yang membaca Al Qur'an, kau bacalah Al Qur'an atau dengarkanlah baik-baik orang yang membacanya atau pergilah ke mejelis pengajian yang mengingatkan hati kepada Allah, atau carilah waktu dan tempat yang sunyi, kemudian berkhalwatlah untuk menyembahNya. Misalnya di tengah malam buta, ketika orang-orang sedang tidur nyenyak, engkau bangun mengerjakan sholat malam, memohon ketentraman jiwa, ketentraman fikiran, dan kemurnian hati kepada-Nya. Seandainya jiwamu belum juga terobati dengan cara ini, maka mintalah kepada Allah agar diberi hati yang lain karena hati yang kau pakai itu bukanlah hatimu."
Setelah itu, orang itu pun kembali ke rumahnya. Diamalkanlah nasehat Ibnu Mas'ud tersebut. Dia pergi mengambil air wudhu. Selanjutnya, diambilnya Al Qur'an dan dibaca dengan hati yang kusyu. Selesai membaca Al Qur'an, ternyata jiwanya berubah menjadi sejuk dan tentram. Pikirannya pun menjadi tenang, sedang kegelisahannya menghilang sama sekali.
Dan janganlah sebagian kamu memakan harta sebagian yang lain diantara kamu dengan jalan yang bathil dan janganlah kamu membawa ( urusan ) harta itu kepada hakim, supaya kamu dapat memakan sebagian daripada harta benda orang lain itu dengan jalan berbuat dosa, padahal kamu mengetahui. ( Qs.Al-Baqarah: 188 )
Saidina Usman bin Affan r.a berkata: " Perkara yang paling sia-sia ada sepuluh macam yaitu, orang alim yang tidak dapat dijadikan tempat bertanya, ilmu yang tidak diamalkan, pendapat benar yang tidak dapat diterima, senjata yang tidak dapat dipakai, masjid yang tidak digunakan untuk tempat sholat, mushaf yang tidak dibaca, harta yang tidak diinfaqkan, kuda yang ditunggang, pengetahuan tentang zuhud yang ada hati orang yang cintakan dunia dan umur yang panjang yang tidak dipakai untuk bekal perjalanan menuju kampung akhirat."
Abdullah ibn 'Amr al-Ash r.a berkata: "Sesungguhnya bulan turut menangis karena takut kepada Allah." Demikianlah takutnya makhluk-makhluk, baik yang bernyawa atau yang tidak bernyawa juga para malaikat, semuanya takut kepada Allah bila terciptanya neraka jahanam.
Abdullah bin Umar r.a berkata : " Sesungguhnya hati yang didalamnya tidak ada sedikitpun ayat-ayat Al-Qur'an, berarti hati itu kosong dan rusak, sebagaimana runtuhnya rumah yang tidak seorangpun yang mendiaminya."
Rosulullah SAW. bersabda : " Sholatlah kamu dirumahmu ( yakni sholat sunat ), dan janganlah kamu jadikan rumah itu sebagai kubur ( hanya untuk tempat tidur ).
Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan ( yang sebenar-benarnya ). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan. ( Qs. Al Anbiyaa:35 )
"Lakukan apa yang menurut kita baik, tapi jangan lakukan bahwa itu nilai kita yang terbaik" . "Kebahagiaan karena ilmu bersifat abadi sedangkan kebahagiaan karena harta bersifat sementara dan suatu saat akan binasa".
"Persahabatan dengan harta akan binasa tetapi persahabatan dengan kasih sayang akan terkenang".
"Janganlah dilihat siapa yang mengatakan tapi lihatlah apa yang dia katakan ( Undhzur maqolawala tamdhzur maqola )".
"Jangan takut akan mati tapi takutlah kalau hidup ini tidak berarti".
"Seorang ibu mampu mengasuh dan memberi kasih sayang kepada sepuluh anak,tetapi sepuluh anak belum tentu sanggup untuk merawat seorang ibu".
"Masih banyak waktu untuk kita gunakan tapi waktu begitu sempit untuk kita sia-siakan".
"Jangan pernah berputus asa karena tiap-tiap penyakit ada obatnya, kesusahan ada batasnya dan rezeki ada sumbernya".
"Apa yang ada pada kita hanyalah titipan dan usia-usia kita hanyalah perjalanan".
"Bila engkau berjalan peliharalah kakimu, bila engkau bicara peliharalah lidahmu".
"Jangan melangkah ke arah keputusasaan karena di alam dunia terhampar berjuta harapan".
"Belajarlah mengerti dengan diri karena diri ini yang dituntut untuk mengabdi".
"Aku tidur dan bermimpi bahwa hidup adalah keindahan, aku bangun dan menemukan bahwa hidup adalah kewajiban".
"Biasakanlah tangan diatas daripada tangan dibawah karena memberi lebih mulia daripada menerima".
"Dirimu adalah kamu dan kamu bukanlah mereka maka jadilah dirimu sendiri".
"Hiduplah secara mulia dan matilah secara syahid".
"Tunjangkan resahan di dada sholat, himpunkan digenggam do'a, nilaikan kesucian hati orang lain melalui cermin-cermin kesucian hati".
"Ilmu yang paling rendah mutunya ialah ilmu yang berlegar di ujung lidah dan ilmu yang paling tinggi ialah ilmu yang melahirkan kesan pada tingkah lakunya".
"Barang siapa yang rela dengan takdir maka ia tenang menghadapi kejadian".
"Cintailah cinta dan alangkah baiknya jika engkau lebih mencintai yang menciptakan cinta ( Allah Swt )".
"Kebahagian bukan ada pada tujuan, tapi ada pada jalan menuju tujuan".
"Orang yang paling beruntung adalah orang yang bisa menikmati setiap episode hidupnya".
Di belakangku ada kekuatan tak terbatas Di depanku ada kemungkinan tak berakhir Di sekelilingku ada kesempatan tak terhitung Mengapa aku harus takut ?
-Stella Stuart-
Anda akan sekecilapa keinginan Anda, dan sebesar apapemikiran Anda.
- James Allen-
Lakukan semua sebaik yang kau bisa, Dengan sepenuh hati yang kau bisa, Dalam segala cara yang kau bisa, Pada setiap waktu yang kau bisa, Di segala tempat yang kau bisa, Kepada semua orang yang kau bisa, Selama mungkin yang kau bisa.
- John Wesley-
Adalah tugas Anda untuk menemukan diri Anda.
- John C. Maxwell-
Tidak ada kekalahan kecuali tidak lagi mencoba Tidak ada kekalahan yang menyelamatkan, tidak ada halangan yang tidak dapat ditembus, yang layakdijadikan alasan kelemahan tekad kita dalam mencapai tujuan.
- Elbert Hubbard-
Sukses bukan diukur dari apa yang telah dicapaiseseorang, tetapi dari siapa lawan yang telah dihadapiorang itu, dan dari seberapa besar keyakinanyang dimilikinya dalam berjuangmenentang arus yang deras.
-Charles Lindbergh-
Anda bisa menjadi bintangsatu jam jika Anda membuatsetiap menit berharga.
-Pengarang Tidak Diketahui-
Keberhasilanmengandung 99 % kegagalan
-Soichiro Honda-
Seseorang yang sukses adalah orang yangmemutuskan untuk sukses danmengerjakannya.Seseorang yang agal adalah orang yangmemutuskan untuk sukses danmengharapkannya. Seseorang yang memutuskan untuk gagaladalah orang yang gagal untukmemutuskan dan menunggu.
-William A. Ward-
Sukses adalah hal yang terus berkelanjutan. Ia bertumbuh dan berkembang. Ia mencapai satu hal dan menggunakannya sebagai batu loncatanuntuk mencapai sesuatu yang lain.
-John C. Maxwell-
Mempercayai diri sendiriadalah rahasia awal kesuksesan.
-Anonim-
Membutuhkan dua puluh tahun untuk membuat kesuksesan semalam
-Eddie Cantor-
Sukses adalah berjalan dari satu kegagalan ke kegagalan lain tanpa kehilangan semangat.
-Abraham Lincolin-
Melakukan hal-hal biasa dengan cara yang tidak biasa akanmembawa kesuksesan
Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan seikhlas-ikhlas taubat, semoga Tuhan mu akan menghapuskan dari kamu akibat kejahatan perbuatan-perbuatanmu, dan akan memasukkan kamu ke dalam surga yang dibawahnya mengalir sungai-sungai.? (Q.S. al Thalaq : 8)
Sering seseorang merasa menyesal teringat akan ibunya yang telah tiada. Kita pun sering menyesalkan segala sesuatu yang telah terjadi. Ini adalah warna kehidupan...sobat..Banyak orang menganggap keliru bahwa perbuatannya yang lalu tak dapat dimaafkan. Saya telah banyak belajar, bahwa kehidupan bukannya kejam sehingga tidak menawarkan pengharapan yang baik dalam keadaan apapun. Memang akan sulit diterima bila faktornya adalah maut, namun jika seseorang memiliki hasrat kuat untuk bertaubat, maka mautpun tak mampu menahannya.
Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya Allah menerima taubat hamba selama ia belum ghargharah (sekarat menjelang maut)”.
Tidak sedikit orang-orang saleh awalnya adalah orang-orang yang sangat jahat saat mudanya. Setelah bertaubat, ia beristiqomah dalam berbuat baik dan pengabdian kepada Allah. Beberapa di antara mereka, pada akhirnya, menjadi tokoh panutan karena kesucian dan perilaku-perilaku yang membebaskan. Bagi Allah, kesalehan bukan karena sama sekali tidak berbuat dosa, akan tetapi orang yang saleh adalah orang yang setiap kali berbuat dosa dia menyesali dan selanjutnya tak mengulangi perbuatan tadi. Pepatah Arab menegaskan : "Manusia adalah tempat salah dan lupa". Pepatah ini bukan berarti manusia dibiarkan untuk selalu berbuat salah dan dosa, akan tetapi kesalahan pada diri manusia harus ditebus dengan tobat, penyesalan dan penghentian.
Rasulullah bersabda : "Setiap anak Adam adalah sering berbuat salah. Dan, sebaik-baik orang yang berbuat salah adalah orang-orang yang bertaubat." (H.R. Tirmidzi)
Saya mengetahui bahwa langkah yang paling utama untuk meraih kesuksesan adalah perubahan sikap terhadap orang lain dan kehidupan. Kini makin saya sadari, bahwa ada langkah lain yang jauh lebih penting. Pertama-tama orang harus merubah sikap terhadap dirinya sendiri, bila hal ini tidak dilakukan, langkah-langkah berikutnya jelas tak mungkin, dan banyak orang akan tetap menderita karena mereka mencari kesia-siaan demi kepuasaan bathin.
" Kenalilah diri anda " adalah suatu nasehat yang penuh makna, namun jarang diikuti. Saya sering menemui orang-orang yang tak berbahagia dan frustasi. Tanpa kecuali,mereka memiliki keyakinan yang lemah akan kemampuannya. Mereka beranggapan tak punya kemampuan untuk membentuk kehidupan, sehingga hanya melakukan sedikit usaha.Bukannya orang-orang ini malas atau kurang ambisi. Saya berfikir mereka kurang memiliki pengertian akan daya kemampuannya. Mereka tak pernah mengimpikan, bahwa dunia baru sedang menantinya jika mau memanfaatkan sumber daya yang mereka miliki. Saya percaya, bantuan terbesar yang dapat diberikan oleh seseorang untuk orang lain adalah membantu merubah cara berfikirnya terhadap dirinya sendiri.
Keadaannya tak akan berubah sebelum opini dirinya diubah.Jika seseorang telah memiliki rekaman kegagalan masa lalu, bagaimana mungkin memiliki gambar diri yang positif???Mula pengertian bahwa kegagalan merupakan hasil gambar diri yang negatif adalah awalan sehat. Sekarang ia mengetahui, bahwa opini pada dirinya harus diganti sebelum perbaikan terjadi. Kemunduran yang kita alami telah menyusup ke alam bawah sadar,menyebabkan meningkatnya rasa enggan untuk melakukan sesuatu sehingga kegagalan lain pun terjadi secata beruntun.
Obatnya ialah menaati aturan pakainya, yakni terletak dalam menentukan sikap bahwa sukses anda dalam setiap tindakan merupakan kesimpulan yang berkaitan. Hal ini dapat dialami denganmemantulkan pada suatu sukses yang semula anda raih dan resapilah perasaan saat itu. Rasakan jalan itu sekarang,yaitu ketika anda bergerak menuju tujuan. Bertindaklah seolah-olah kesuksesan pasti datang. Katakanlah pada diri sendiri, anda berusaha sehingga memiliki ijin nyata untuk tidak mengulangi kegagalan lagi.
Anda dapat memahami dengan menandaskan bahwa anda bukanlah korban nasib sial. Kini anda dapat menyingkirkan rasa iba-diri dan memandang optimis ke dunia baru. Sekarang , marilah kita berpaling karena pahal sukses jauh lebih besar daripada pahala kegagalan. Dalam menetapkan tujuan,pilihlah yang anda yakini tak mungkin gagal. Hal ini membetuhkan imaginasi positif anda.Di masa lalu anda menetapkan tujuan dengan setengah-setengah, lalu sengaja mencari jalan memblokade perwujudannya. Sekarang anda melakukannya secara terbalik. Anda bertindak seolah-olah hasil akhirnya sudah pasti. Keyakinan dan energi yang dibangkitkan oleh keadaan pikiran akan menghasilkan sukses anda.
Inilah salah satu penggunaan kekuatan pikiran untuk mengontrol dan memperbaiki kehidupan seseorang.
Sesungguhnya Allah tidak akan merubah. nasib suatu kaum, sampai kaum itu merubah nasibnya sendiri ( Qs Ar-ra’d:11 ). Sesungguhnya, beragam keadaan yang memprihatinkan dapat diperbaiki dengan merubah kebiasaan cara berfikir. Bila kita merasa depresi atau frustasi, fikiran biasanya langsung mencari seseorang yang dapat menolongnya. Kita mengharapkan sekali dapat ditunjukkan cara mengatasi secepatnya, atau ada seseorang yang mengerjakan beberapa tambahan jurus tertentu dalam kehidupan agar lebih tahan uji.
Sebenarnya tak seorang pun, bagaimanapun ahlinya dapat menolong kecuali diri sendiri yang mampu menolongnya. Bila cobaan hadir di dalam hidup, maka kita akan menanggapinya menurut kebiasaan cara kita berfikir. Bila keyakinan dalam diri tidak diubah,semua bantuan dan nasehat tidak banyak bermanfaat. Sebagai contoh adalah orang ang terus menerus mengharapkan perilaku khusus dari orang lain. Ia telah membentuk opini, bahwa seseorang bertanggungjawab atas kebahagiaannya. Bila orang lain bertindak menurut perilaku yang bertantangan dengan harapannya, maka frustasi dan iba diri datang tak terelakkan.
Banyak masalah akan terselesaikan bila kita mau belajar bertumpu pada kekuatan dalam diri sendiri. Anda akan sering merasakan bahwa apa pun masalah yang akan anda tanggulangi dapat ditemukan dalam diri,setaraf kadar percaya dan keyakinan anda. Pernyataan ini bukan bermaksud meremehkan bantuan sesekali. Kepercayaan bahwa kita tak mampu dan harus tergantung orang lain untuk menguasai situasi yang tak menyenangkan, mengikat kebebasan dan menghalangi kemajuan. Kita mungkin mengulur umur, menentikan sang penyelamat mengangkat diri kita. Kebenaran bahwa sikap seseorang sendirilah yang dapat memperbaiki suatu situasi, merupakan booster ( penguat ) moral terbesar. Hal ini akan memberikan seseorang suatu keyakinan yang tak tergoyahkan.
Banyak reaksi spontan menguat keadaan adalah hasil kebiasaan semula. Seperti anak-anak, kita secara otomatis berpaling pada orang lain untuk meminta dukungan kalau kita sedang kebingungan. Keadaan ini adalah tanggapan alamiah, namun kini kita harus mengorak kebiasaan ketergantungan. Kalau keadaan ini tak kita lakukan, tentu saja tak bisa mengharapkan kematangan, bahkan sampai menjadi ubanan.
Cakrawala seseorang akan kehidupan berperan besar dalam menyadap kebahagiaan, dan keadaan ini adalah sesuatu yang hanya dapat dirubah oleh orang itu sendiri.
Apakah perbedaan antara kenikmatan dan keterikatan? Mengapa sebagian orang menjadi kecanduan sesuatu, sementara orang lain dapat mengendalikan atau menanggulanginya? Misalnya banyak orang yang merokok, minum alkohol, berjudi dsb hanya dilakukannya sesekali. Sementara itu, yang lain kecanduan habis-habisan atau menomorsatukan ketimbang kebutuhan hidup yang lain.
Ketika saya berada di dalam mobil,menunggu lampu lalu lintas di suatu persimpangan jalan, saya melihat seorang lelaki tua yang berpakaian kumuh berjalan gontai menuju tempat sampah didekatnya. Ia mengorek-ngorek dan menemukan botol anggur yang masih tersisa, lalu meneguknya. Setelah botol itu kosong sama sekali, ia melemparkannya kembali dan meneruskan pencariannya.
Jelaslah bahwa tak ada hal lain di dunia yang dapat menarik perhatiannya,kecuali tempat di mana dapat menemukan anggur. Gambran keadaan pria ini meresapi pikiran saya dan muncullah banyak pertanyaan di dalam benak.
Saya merenungkan, di manakah akan berada sekarang jika ia tidak menemukan minumannya yang pertama? Kapankah masa mudanya yang indah berubah menjadi suatu keterikatan negatif? Apakah ribuan kaum remaja sekarang ini sedang mendekati titik kegelapan seperti yang dilakukan orang itu? Daripada berteman dengan tempat sampah, apa yang dapat ia lakukan sekarang, jika ia meninggalkannya sebelum terlambat? Talenta dan kecakapan apa yang tetap terpendam demikian lamanya???
Ada satu kenyataan hidup harus diketahui oleh setiap orang khususnya kaum muda, bahwa jika seseorang larut dalam hal-hal duniawi tanpa pembatasan atau disiplin diri, titik perubahan itu akan tercapai sementara hal-hal kesenangan justru tak lagi menyenangkan. Jika pembatasan diri tak dilakukan , hal itu akan menjadi keharusaan yang mesti dipenuhi, bukan lagi merupakan suatu kenikmatan. Tak ada lagi pilihan, mau tak mau harus dilakukan. Orang gelandangan yang saya lihat itu, tak hanya ingin minum tetapi ia harus meminumnya.
Jika seseorang acapkali melakukan apa yang ingin ia lakukan, kelak tak lagi bebas melakukan apa yang ingin mereka lakukan. Keadaan ini sering terjadi pada kaum muda. Mereka kehilangan kebebasan pada saat yang sama, dan beranggapan bahwa mereka telah memperolehnya.
Memporakporandakan sampah, menderita kangker paru-paru, atau rumah amblas karena judi, tampaknya amat ironis dengan kenyataan. Semoga hal ini tak terjadi pada banyak orang. Keadaan itu harus dibayar jauh lebih mahal daripada disiplin diri, bukan?
Adakah garis pemisah antara kenikmatan dan kecanduan? Saya pikir ada, jika orang merasakan kesenangan kini menjadi kebutuhan bukan keharusan.
"Apa yang bakal terjadi" merupakan rangkaian kata paling menyedihkan. Betapa tidak, saat hari-hari kita berakhir menyadari ternyata memiliki bakat dan kemampuan melakukan lebih dari apa yang dapat kita lakukan.
Pernahkah kamu mengalami perasaan putus asa karena merasa tak selaras dengan potensi kamu??? Di dalam diri kita tersimpan kemampuan yang lebih baik. Kata orang, sukses tak perlu biaya, namun mereka lupa kegagalan justru perlu biaya lebih banyak.
Sebagai perumpamaan saya punya cerita. Ada seorang majikan mempunyai tiga pembantu. Sebelum berangkat menempuh perjalanan jauh, ia memberikan seorang pembantunya bakat, yang kedua 5 bakat dan yang ketiga satu bakat. Sekembalinya ia menemukan bahwa dua pembantunya telah memanfaatkan bakatnya untuk bekerja dan menggandakannya. Majikannya memuji. Akan tetapi, pembantu ketiga menanam satu bakat itu di tanah, sehingga ia tetap memiliki satu bakat. Sang majikan tak hanya menyebutnya malas tetapi juga jahat. Ia mengambil kembali bakat dari pembantu itu dan memberikannya pada pembantu yang memiliki 10 bakat. Barangkali pelajaran yang ditarik dari perumpamaan ini, adalah kita harus memanfaatkan kemampuan atau bakat uang telah diberikan kepada kita.
Ada rintang dalam menggunakan bakat dan kemampuan kita, serta penghalang pemanfaatan potensi kita. Kita menonjolkan apa yang telah terjadi sebelumnya sebagai salah satu faktor, dan menentukan apa yang mungkin terjadi berdasarkan yang telah kita semua lakukan di masa lalu. Pendekatan ini mungkin menyebabkan suatu layar imajiner yang disebut layar logika, terletak diantara alam sadar ( intelek ) dan alam bawah sadar ( kreatif ).Kehendak untuk melakukan sesuatu timbul, namun sebelum melakukan star kita mulai meragukan keberhasilannya.
Sukses tampaknya masih kabur, mungkin disebabkan kita atau orang lain pernah gagal di masa lalu, atau karena baru melakukannya. Kehendak untuk mencapai sukses tak pernah terwujud, karena tindakan kita tidak melewati layar logika ke alam bawah sadar, yang akan mewujudkan tujuan.
Banyak orang diliputi depresi dan bosan akan kehidupan. Mereka menyesalkan diri mereka, mengharapkan sesuatu akan terjadi agar meringankan perasaan itu. Bila pengharapan terpenuhi, meraka mungkin tidak banyak melakukan apapun, dan kemampuan mereka tak akan digunakan. Ketika kehidupan mengambil kembali apa yang kita miliki, keadaan menjadi kian memburuk.
Seperti perumpamaan bakat talenta, bahkan sedikit yang ia miliki, akan diambil daripadanya. Itulah hukum kehidupan. Ada resep mujarab, jauh lebih dari obat atau filsafat. Bertindaklah memanfaatkan talenta atau bakat yang ada pada diri kamu.